Penghitung Frekuensi Kata

Hitung berapa kali tiap kata muncul dalam teks yang Anda tempel dan urutkan hasilnya dari yang paling sering.

Perhitungan dilakukan secara lokal; nilai Anda tidak dikirim ke server.

Contoh

Pada “Blue sky, blue ocean, bright sky.” alat ini menghitung blue 2 dan sky 2, lalu bright 1 dan ocean 1. Kata dengan jumlah sama ditampilkan menurut abjad.

Metode perhitungan

Teks dipecah menjadi kata-kata yang tersusun dari huruf dan angka, diubah ke huruf kecil, dihitung, lalu diurutkan menurut frekuensi dan selanjutnya menurut abjad. Totalnya menunjukkan berapa banyak kata yang ada dan berapa di antaranya yang berbeda.

Catatan penting

Kata fungsi seperti the, and, atau of tidak dibuang, jadi biasanya merajai daftar; abaikan saja ketika Anda mencari kata bertema, atau hapus dulu dari teksnya. Penghitungan berjalan di peramban Anda dan tidak ada yang diunggah atau disimpan.

Panduan praktis

Tempel teks untuk melihat setiap kata beserta frekuensinya, dari yang terbanyak; huruf besar diabaikan. Pada “Blue sky, blue ocean, bright sky.” kata blue dan sky muncul 2 kali. Kata umum tidak dibuang (dalam bahasa Indonesia “yang”, “dan”, “di” biasanya teratas) dan bentuk kata tidak digabung: “Run, run, RUN! Ran.” menghasilkan run 3 dan ran 1; “makan” dan “dimakan” juga terpisah. Tanda hubung di dalam kata seperti “data-driven” atau “anak-anak” mempertahankan satu kata.

Contoh penggunaan
InputHasil
Blue sky, blue ocean, bright sky.blue 2 · sky 2 · bright 1 · ocean 1
The cat and the hat. The end.the 3 · and 1 · cat 1 · end 1 · hat 1
Run, run, RUN! Ran.run 3 · ran 1
data-driven datadata 1 · data-driven 1

Pertanyaan umum

Apakah bentuk berbeda dari satu kata dihitung bersama?

Tidak. Tidak ada pemangkasan imbuhan maupun pencarian kamus, sehingga “Run, run, RUN! Ran.” menghitung run 3 kali dan ran 1 kali. Huruf besar diabaikan, itulah sebabnya tiga penulisan run menyatu, tetapi perubahan akhiran membentuk entri tersendiri.

Bagaimana tanda hubung dan apostrof diperlakukan?

Keduanya menjaga kata tetap utuh, sehingga “data-driven data” menghitung data 1 dan data-driven 1 sebagai entri terpisah. Tanda baca di sekitar kata diabaikan. Karena itu pula apostrof di dalam bentuk singkat tidak memecahnya menjadi dua kata.

Apakah cocok untuk bahasa Jepang atau Tionghoa?

Tidak sebagai frekuensi kata. Bahasa-bahasa itu ditulis tanpa spasi, sehingga tiap rangkaian karakter yang tak terputus dihitung sebagai satu entri dan hasilnya tidak mencerminkan kata sungguhan. Alat ini paling berguna untuk menemukan kata yang terlalu sering dipakai dalam draf, istilah yang berulang dalam masukan, atau kosakata sebuah petikan pendek pada bahasa berspasi.

Alat terkait