Ubah pecahan menjadi desimal dan persentase dengan membagi pembilang dengan penyebut.
Contoh
1/8 menjadi 0,125 atau 12,5%, dan 5/16 menjadi 0,3125 atau 31,25%. Pecahan tidak murni seperti 7/4 menghasilkan 1,75 atau 175%, sedangkan −3/5 menghasilkan −0,6 dan −60%.
Metode perhitungan
Pembilang dibagi dengan penyebut untuk mendapatkan desimal, lalu desimal itu dikalikan 100 untuk memperoleh persentase, sehingga kedua baris selalu menggambarkan nilai yang sama. Penyebut 0 ditolak karena pembagian dengan nol tidak bernilai, dan tanda minus pada salah satu angka membuat hasilnya negatif.
Catatan penting
Beberapa pecahan tidak pernah berakhir dalam bentuk desimal. 2/3 adalah 0,666… dengan angka 6 berulang tanpa henti, jadi layar membulatkannya menjadi 0,66666667 dan persentasenya menjadi 66,66666667%. Hanya pecahan yang penyebut sederhananya tidak memiliki faktor prima selain 2 dan 5 yang menghasilkan desimal berakhir, itulah sebabnya 1/8 berakhir sedangkan 1/3 tidak.
Pertanyaan umum
Bolehkah pembilang lebih besar dari penyebut?
Boleh. Pecahan tidak murni hanya memberi nilai di atas 1: 7/4 adalah 1,75 atau 175%. Persentase di atas 100% sepenuhnya sah dan berarti bagiannya lebih besar daripada keseluruhan yang dibandingkan, misalnya harga yang sudah melampaui nilai awalnya.
Mengapa desimal berulang berhenti di layar?
Karena tampilan memakai jumlah digit terbatas, sehingga 2/3 muncul sebagai 0,66666667 dengan digit terakhir dibulatkan ke atas. Perhitungannya sendiri tetap memakai presisi floating point biasa. Jika Anda butuh nilai persis, pertahankan pecahan dan bulatkan hanya pada langkah terakhir.
Kapan sebaiknya tetap memakai pecahan?
Setiap kali totalnya harus pas. Tiga sepertiga berjumlah tepat 1, tetapi 0,33333333 yang dijumlahkan tiga kali menghasilkan 0,99999999, sehingga desimal yang dibulatkan menyisakan selisih kecil di lembar kerja. Untuk arah sebaliknya, gunakan alat Desimal ke Pecahan.